AkadAkad Jual BeliMurabahah

Murobahah Menurut Kitab Fiqih

JUAL BELI MUROBAHAH MENURUT KITAB FIQIH

Murobahah dalam kitab-kitab fiqih tidak sama dengan murobahah yang berlaku di bank syariah saat ini.

Murobahah dalam kitab fiqih terjadi antara dua pihak saja, yaitu penjual dan pembeli.

Murobahah dalam bank syariah, KPR syariah dan investasi melibatkan tiga pihak, yaitu pembeli, shahibul maal, dan supplier.

MENURUT MADZHAB HANAFI

“Murobahah adalah memindahkan apa yang dimiliki dengan akad pertama dan harga pertama, disertai tambahan keuntungan.”

(Al Marghinani, Al Hidayah, 6/122)

MENURUT MADZHAB MALIKI

“Murobahah adalah jual beli di mana penjual menyebut kepada pembeli harga pembelian barang dan mensyaratkan kepada pembeli suatu keuntungan tertentu dengan dinar atau dirham.”

(Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid, 2/178)

MENURUT MADZHAB SYAFI’I

“Murobahah adalah (jual beli di mana penjual] menjelaskan pokok harta (modal) dan kadar keuntungan, dengan mengatakan,”Harganya seratus [dirham], dan saya menjual barang ini kepada kamu pada harga modalnya [seratus dirham] dengan keuntungan satu dirham untuk setiap sepuluh [dirham].”

(Abu Ishaq Syirazi, Al Muhadzdzab ma’a Al Majmu’, 13/3))

MENURUT MADZHAB HAMBALI

“Murobahah adalah jual beli pada pokok harta (modal) dan keuntungan tertentu.”

(Ibnu Qudamah, Al Mughni, 4/136)

KESIMPULAN:

Dalam Murobahah,

  1. Harga pembelian harus diketahui (ma’lum)
  2. Tambahan keuntungan juga harus diketahui

“Murobahah adalah jual beli dengan harga yang semisal dengan harga pertama dengan tambahan keuntungan tertentu yang disepakati oleh kedua belah pihak yang berakad [penjual dan pembeli].”
(Ahmad Mulhim, Bai’ul Murobahah, hlm. 30)

Definisi-definisi di atas dikutip dari kitab Bahts fi Bai’ Al Murobahah, Ali Bin Abdul Aziz Ar Rajihi, hlm. 5-6.

MUROBAHAH ini BOLEH dan HALAL

Murobahah hukumnya boleh (ja`iz) tanpa ada khilafiyah di antara ulama.

Demikian disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, 4/259.

Bahkan Ibnu Habiroh menyebutkan adanya Ijma’ (kesepakatan) ulama mengenai bolehnya murobahah ini (Ibnu Habiroh, Al Ifshah, 2/350).

Imam Al Kasani juga menyebut adanya ijma’ tersebut (Al Kasani, Bada`iu’ As Shana`i’, 7/92).


Nah, fakta di lapangannya, skema murobahah ini sering digunakan di bank syariah dan investasi syariah.

Karena faktanya beda dengan yang dibahas di kitab fiqih, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar murobahah kontemporer bisa benar-benar (diusahakan) halal dan tidak melanggar kaidah syar’i lainnya.

Baca juga: Murobahah Kontemporer

Baca Juga: Rukun Jual Beli
Baca Juga: Syarat-Syarat Jual Beli

REFERENSI:

Disadur dari H. Sigit Purnawan Jati, “Murabahah di Bank Syariah”

Anbarsanti

Founder nabitu.id | Mahasiswa Ph.D., Nanyang Technological University, Singapura.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button