KeuanganManajemen Finansial

Urgensi Perencanaan Keuangan Keluarga Agar Sakinah: Perspektif Islamic Financial Planning

keluarga tidak dapat dilepaskan dari peran penting perencanaan keuangan. Apalagi bagi kita sebagai muslim, pandangan ini semakin mendalam saat kita mengadopsi Perspektif Islamic Financial Planning yang tidak hanya mencari kesuksesan finansial, tetapi juga memastikan kesakinahan dan ketentraman hidup.

Dalam Islam, konsep sakinah merangkum kebahagiaan, ketenangan, dan kesejahteraan. Perencanaan keuangan keluarga yang bijak, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menjadi salah satu fondasi utama untuk mencapai keadaan sakinah dalam keluarga. Bagaimana kita akan mengelola, membelanjakan dan berinvestasi uang kita memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ini.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Adapun tambahan dari penjelasan tafsir Al-Muyassar mengenai QS: Al-Hasyr ayat 18, Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya, serta melaksanakan syariatNya, takutlah kalian kepada Allah, waspadalah hukumanNYa dengan melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang Allah larang bagi kalian. Hendaknya setiap jiwa merenungkan apa yang telah dilakukannya berupa amal perbuatan untuk menghadapi Hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan, tidak ada sedikitpun dari amal kalian yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian karenanya.

Sebagai orang yang beriman merenungkan dan memperhatikan apa saja yang telah kita perbuat untuk hari esok (akhirat). Visi yang sangat jauh seyogyanya sudah ada pada diri muslim. Perencanaan untuk jangka panjang, hari esok (akhirat). Dari hikmah ayat ini kita bisa simpulkan pentingnya perenungan dan sebuah perencanaan di dalam islam. Nah, hal ini juga menjadi motivasi kita untuk merencanakan masa yang akan datang dengan persiapan terbaik. Contohnya saja, ketika kita akan beribadah haji dan umrah tentu membutuhkan persiapan dan perencanaan keuangan. 

Ibadah-ibadah yang memerlukan perencanaan pengeluaran harta kita seperti Zakat, Infaq dan Waqaf juga pastinya butuh kita alokasikan perencanaan keuangan nya. Selain bentuk ibadah seperti yang telah disebutkan diatas, untuk menjadi keluarga yang sehat dan keluarga yang bermartabat tentu kita juga membutuhkan pengalokasian dana seperti pendidikan anak, dana darurat dll.

Jadi, selain untuk mencapai falah (kemenangan) dan sakinah di dalam keluarga perencanaan keuangan di dalam islam memiliki beberapa tujuan diantaranya:

  1. Untuk tidak meninggalkan keburukan untuk anak cucu. 

Jika kita mampu mengelola rezeki yang Allah titipkan dengan sebaik mungkin. InysaAllah di hari tua kita akan lebih siap, walaupun memang anak memiliki kewajiban untuk berbakti dan merawat orang tuanya. Akan tetapi jika kita bisa merencanakan masa tua dan tetap memiliki dana pensiun serta aktivitas yang kita buat untuk masa pensiun tentu lebih memberikan manfaat dan membahagiakan bukan.

  1. Untuk menunaikan kewajiban fardhu ain, fardhu kifayah (sholat, zakat, haji, sekolah dan kesehatan).

Menunaikan ibadah-ibadah seperti ini tentu harus kita persiapkan dana dan alokasinya dari penghasilan yang kita peroleh. Misal saja penghasilan kita sudah mencapai nishab zakat, atau kita ingin pergi haji bersama keluarga?. Tidak mesti dengan pendapatan yang super berlimpah untuk mampu melakukan ibadah-ibadah ini. Selama kita niatkan dan kita rencanakan dengan baik InsyaAllah akan ada rezekinya.

  1. Untuk memastikan kita mencapai tujuan akhir dengan selamat

Tujuan akhir kita sebagai muslim tentulah meninggal khusnul khotimah dan masuk surganya Allah. Kita ingin meninggal dengan tenang, tidak meninggalkan generasi yang lemah. Juga tidak ada sengketa akan harta waris. Nah, ini semua juga sangat perlu kita persiapkan agar sampai pada tujuan akhir kehidupan kita.

Lalu, apa sajakah langkah-langkah perencanaan keuangan keluarga yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islamic Financial Planning?

Nah, nantikan di artikel berikutnya yaa 🙂

Referensi:

Tamanni, L., & Mukhlisin, M. (2018). Sakinah Finance. Solo: Tinta Medina.

https://tafsirweb.com/10816-surat-al-hasyr-ayat-18.html (Diakses pada 03/10/2023)

Tri Alfiani

Master student in Islamic Finance Practice (MIFP), INCEIF President's Scholarship Awardee, Content and Social Media Specialist in Islamic Finance and Economy living in Kuala Lumpur, Malaysia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button