Sirah

Ibunda Zainab: Pengusaha Wanita Sukses, Ahli Surga

Mungkin ada yang belum tahu tentang wanita hebat yang satu ini. Wanita yang dengan ketakwaannya Allah menikahkan dirinya dengan Nabi SAW. Untuk menurukan syariat yang mendobrak budaya arab saat itu. Dialah Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha. Ibunda Zainab merupakan salah satu istri Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya dinikahkan dengan Nabi,  Zainab merupakan istri dari Zaid ibn Haritsha, dimana Zaid merupakan anak angkat dari Rasullulah. Akan tetapi, pernikahan antara Zainab dengan Zaid tidak berlangsung lama karena mereka akhirnya bercerai. Setelah perceraian mereka, Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk menikahi Zainab. Dasar dari perintah Rasulullah untuk menikahi Zainab termaktub dalam QS. Al-Ahzab: 37.

Usaha  Zainab Binti Jahsy? 

Selain dikenal gemar bersedekah, Ibunda Zainab juga mempunyai keterampilan dalam menjahit. Diceritakan bahwa Ibunda Zainab suka menjahit manik-manik yang menghasilkan beberapa aksesoris perempuan.

Di pasar Ukaz lah, Ibunda Zainab menjual buah karya tangan nya. Tidak hanya bisa membuat manik-manik saja, Zainab binti Jahsy dapat melakukan beberapa manufaktur, yakni bisa mengoperasikan peralatan di suatu medium proses pengolahan bahan baku dan komponen untuk diproduksi menjadi barang jadi.

Ibunda Zainab juga mempunyai keterampilan dalam menyamak kulit hewan, dalam terminologi dikenal dengan Dābighah. Menyamak kulit umumnya dilakukan oleh laki-laki, sebab pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang keras dan butuh proses lama. Akan tetapi, menyamak kulit yang umumnya dilakukan oleh kalangan laki-laki tidak menjadi sebuah alasan Ibunda Zainab untuk tidak bisa.

Dengan keterampilan yang dimiliki Ibunda Zainab dalam menyamak kulit hewan, membuat ia dikenal sebagai perempuan penyamak kulit yang terampil.

Ibunda Zainab Ahli Surga

Ketika Ibunda Zainab menjadi istri Rasulullah, Zainab dikenal sebagai wanita muslimah yang ulet. Zainab rajin dan sangat kreatif dalam membuat kerajinan tangan. Kalau di zaman sekarang, mungkin usahanya dikenal sebagai home decor. Dari hasil usahanya itu, kemudian beliau sedekahkan di jalan Allah. 

Di antara istri-istri  Rasulullah, Zainab lah yang paling banyak bersedekah, hingga beliau disebut panjang tangannya. Begini kisahnya:

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda pada Aisyah radhiyallahu’anha, “Orang yang paling cepat menyusulku (meninggal setelahku) di antara kalian (para istri Nabi) adalah yang paling panjang tangannya.”

Aisyah lalu bersemangat menemui dan mengumpulkan para istri Rasulullah. Ibunda Aisyah penasaran siapakah orang yang dimaksud oleh Rasulullah. 

Setiap Ummul Mukminin, kemudian mengukur panjang tangan mereka dengan menggunakan kayu sejenis bambu. Hasil dari masing-masing ukuran lalu dibandingkan satu sama lainnya.

Aisyah, Ummu Salamah, Zainab, Saudah, Hafshah, Maimunah, Juwairiyah,  dan Shafiyah mengukur panjang tangan mereka. Hasilnya, Saudah binti Zam’ah lah yang paling panjang ukuran tangannya. Mereka pun berpikir, Saudah lah yang akan lebih dulu menyusul Rasulullah menuju rahmat-Nya.

Waktu pun berlalu, hingga kemudian tibalah hari wafatnya Rasulullah SAW. Dan beberapa tahun setelahnya, ternyata bukan Ibunda Saudah yang menemui ajal, melainkan Zainab binti Jahsy. 

Di antara ummul mukminin, Ibunda Zainab lah  yang pertama kali menyusul Rasulullah SAW. Kemudian, barulah istri-istri nabi yang lainnya menyadari bahwa yang dimaksud Rasulullah dalam hadis yang dikabarkan Aisyah bukanlah panjangnya tangan berdasarkan ukuran, melainkan panjang tangan yang bermakna dermawan karena gemar bersedekah. 

Zainab memang terkenal sebagai muslimah yang sangat gemar bersedekah dan berbuat baik.

Ternyata, yang paling panjang tangannya di antara kami adalah Zainab karena dia bekerja dengan tangannya sendiri dan bersedekah dengan hasil pekerjaannya,” kata Aisyah.

Sifat dan perbuatan Ibunda Zainab tersebut pun dikagumi dan menjadi motivasi banyak orang, termasuk istri-istri Rasulullah. Bahkan Ibunda Zainab termasuk salah satu ummul mukminin yang paling utama di sisi Rasulullah SAW. Hal tersebut diakui oleh Aisyah ra, ia berkata,

“Dia (Zainab binti Jahsy) menyamai kedudukanku di sisi Rasulullah. dan aku tak pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab, dan yang lebih bertakwa daripadanya, lebih jujur perkataannya, dan lebih suka menyambung tali silaturrahim, lebih besar sedekahnya serta lebih rajin mendorong dirinya untuk mengerjakan sesuatu yang dengannya ia bersedekah dan bertaqarrub kepada Allah..” (HR. Muslim).

Semoga Allah merahmati ibunda Zainab binti Jahsy dan menjadikan nya sebagai sosok yang selalu menjadi inspirasi muslimah masa kini.

Referensi:

Kitab Biografi 35 Shahabiyah Nabi, Syaikh Mahmud Al-Mishri.

Redha Sindarotama

Quranic Reciter living in Yogyakarta. Actively teaching and spreading the beauty of Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button